Pekan Biasa XVI (H) Elia, Nabi; Sta. Margaretha dr Antiokhia; St. Vinsent Kaun
Bacaan I: Kel. 16:1–5,9–15
Mazmur : 78:18–19,23–24,25–26,27–28; R: 24b
Bacaan Injil : Mat. 13:1–9
Renungan
Kasih Tuhan tidak pernah dihalangi, dihentikan, atau dirusakkan oleh apa pun juga, bahkan oleh dosa sekalipun. Walau berkali-kali manusia membalas kebaikan dan kasih Tuhan dengan melakukan dosa dan kesalahan, tetapi kasih Tuhan tetap mengalir. Benih kebaikan dan kasih-Nya ditaburkan ke seluruh umat-Nya.
Bangsa Israel yang sedang berada dalam perjalanan menuju tanah merdeka selalu ditaburi kebaikan dan kasih Tuhan, tetapi bagaikan tanah tipis di pinggir jalan atau semak berduri. Mereka senang dan bersukacita waktu mendengar janji pembebasan dari Tuhan. Namun, ketika mengalami kesulitan, kegembiraan mereka berubah menjadi sungut-sungut. Mereka protes pada Tuhan melalui Musa dan Harun, gembala dan pemimpin mereka. Mereka tidak sabar dan mudah mengeluh dalam perjuangan menuju kemerdekaan. Akan tetapi, Tuhan tetap mengasihi mereka. Dia tidak menghentikan kebaikan dan kasih serta kemurahan hati-Nya, meskipun melihat umat yang dipilih-Nya justru bersungut-sungut. Tuhan justru memanjakan mereka dengan hujan berkat, yakni kelimpahan makanan di tengah padang gurun. Tujuan kasih Tuhan itu adalah agar umat mengenal siapa sebenarnya Tuhan yang menyelamatkan mereka itu.
Setiap saat kita juga menerima hujan berkat dari Tuhan. Dia tidak menghentikan berkat-Nya hanya karena kita berdosa. Kehendak Tuhan adalah agar berkat yang dicurahkan itu berbuah banyak dalam kehidupan, karena kita menanggapinya dengan penuh rasa syukur. Kita seharusnya menjadi tanah subur yang menampung curahan berkat kasih Tuhan itu dan menumbuhkannya sampai berlipat ganda.
Doa:
Ya Tuhan, sering kali aku lupa bersyukur atas segala limpahan berkat dan kemurahan hati-Mu yang aku terima setiap saat. Semoga dari hari ke hari aku menjadikan diriku tanah yang subur, yang mampu melipatgandakan curahan berkat-Mu dalam kehidupan bermasyarakat dan menggereja. Amin.
sumber:Ziarah Batin 2011
Tidak ada komentar:
Posting Komentar