Jumat, 11 Februari 2011

Minggu, 13 Februari 2011(ZIARAH BATIN 2011)-Bacaan Injil : Mat. 5:17–3

Minggu, 13 Februari 2011
Pekan Biasa VI (H)

Sta. Kristina dr Spoleto;
St. Yulianus dr Antiokhia; B. Yordanus dr Saksonia
Bacaan I: Sir. 15:15–20
Mazmur : 119:1–2,4–5,17–18,33–34; R: 1b
Bacaan II : 1Kor. 2:6–10
Bacaan Injil : Mat. 5:17–3

”Janganlah kamu menyangka, bahwa Aku datang untuk meniadakan hukum Taurat atau kitab para nabi. Aku datang bukan untuk meniadakannya, melainkan un­tuk menggenapinya. Karena Aku berkata ke­pa­damu: Sesungguhnya selama belum le­nyap langit dan bumi ini, satu iota atau satu titik pun tidak akan ditiadakan dari hukum Taurat, sebelum semuanya terjadi. Karena itu siapa yang meniadakan salah satu perintah hukum Taurat sekalipun yang paling kecil, dan mengajarkannya demikian kepada orang lain, ia akan menduduki tempat yang paling rendah di dalam Kerajaan Sorga; tetapi siapa yang melakukan dan mengajarkan segala perintah-perintah hukum Taurat, ia akan menduduki tempat yang tinggi di dalam Kerajaan Sorga. Maka Aku berkata kepadamu: Jika hidup keaga­maan­mu tidak lebih benar dari pada hidup keagamaan ahli-ahli Taurat dan orang-orang Farisi, sesungguhnya kamu tidak akan masuk ke dalam Kerajaan Sorga.Kamu telah mendengar yang difirmankan kepada nenek moyang kita: Jangan membunuh; siapa yang membunuh harus dihukum. Tetapi Aku berkata kepadamu: Setiap orang yang marah terhadap saudaranya harus dihukum; siapa yang berkata kepada saudaranya: Kafir! harus dihadapkan ke Mahkamah Agama dan siapa yang berkata: Jahil! harus diserahkan ke dalam neraka yang menyala-nyala.
Sebab itu, jika engkau mempersembahkan persembahanmu di atas mezbah dan engkau ter­ingat akan sesuatu yang ada dalam hati sau­daramu terhadap engkau, tinggalkanlah per­sembahanmu di depan mezbah itu dan pergilah berdamai dahulu dengan saudaramu, lalu kembali untuk mempersembahkan per­sembahanmu itu.
Segeralah berdamai dengan lawanmu sela­ma engkau bersama-sama dengan dia di te­ngah jalan, supaya lawanmu itu jangan menye­rahkan engkau kepada hakim dan hakim itu menyerahkan engkau kepada pembantunya dan engkau dilemparkan ke dalam penjara. Aku berkata kepadamu: Sesungguhnya engkau tidak akan keluar dari sana, sebelum engkau membayar hutangmu sampai lunas.”
Kamu telah mendengar firman: Jangan berzinah.Tetapi Aku berkata kepadamu: Setiap orang yang memandang perempuan serta menginginkannya, sudah berzinah dengan dia di dalam hatinya.Maka jika matamu yang kanan menyesatkan engkau, cungkillah dan buanglah itu, karena lebih baik bagimu jika satu dari anggota tubuhmu binasa, dari pada tubuhmu dengan utuh dicampakkan ke dalam neraka.Dan jika tanganmu yang kanan menyesatkan engkau, penggallah dan buanglah itu, karena lebih baik bagimu jika satu dari anggota tubuhmu binasa dari pada tubuhmu dengan utuh masuk neraka.Telah difirmankan juga: Siapa yang menceraikan isterinya harus memberi surat cerai kepadanya.Tetapi Aku berkata kepadamu: Setiap orang yang menceraikan isterinya kecuali karena zinah, ia menjadikan isterinya berzinah; dan siapa yang kawin dengan perempuan yang diceraikan, ia berbuat zinah.Kamu telah mendengar pula yang difirmankan kepada nenek moyang kita: Jangan bersumpah palsu, melainkan peganglah sumpahmu di depan Tuhan.Tetapi Aku berkata kepadamu: Janganlah sekali-kali bersumpah, baik demi langit, karena langit adalah takhta Allah,maupun demi bumi, karena bumi adalah tumpuan kaki-Nya, ataupun demi Yerusalem, karena Yerusalem adalah kota Raja Besar;janganlah juga engkau bersumpah demi kepalamu, karena engkau tidak berkuasa memutihkan atau menghitamkan sehelai rambutpun.

 Jika ya, hendaklah kamu katakan: ya, jika tidak, hendaklah kamu katakan: tidak. Apa yang lebih dari pada itu berasal dari si jahat.


Renungan

Hukum dan peraturan bertaburan di mana-mana dan mengelilingi setiap gerak kehidupan kita sehari-hari, sampai kita tidak mampu menghafal dan mengingat semuanya. Di masa Yesus pun peraturan-peraturan Taurat sedemikian banyak, terinci, dan berbelit. Ahli-ahli Taurat pun mengamati setiap gerak warga, yakni menaati atau melanggar.

Dalam Injil hari ini ditegaskan bahwa Yesus tidak datang untuk meniadakan hukum Taurat atau kitab para nabi, tetapi menggenapinya (Mat. 5:17). Dalam arti ini, hukum Taurat tetap berlaku. Namun, di pihak lain, Yesus memperkenalkan suatu cara berpikir yang baru, yakni tidak sekadar merujuk pada tuntutan-tuntutan hukum secara harfiah, tetapi menunjuk pada semangat dan substansi dasarnya, yakni ”kasihilah Allah dan kasihilah sesama manusia seperti dirimu sendiri”. Itulah hukum kehidupan yang utama! Memenuhi hukum tanpa kasih adalah ibarat badan tanpa jiwa.

Doa: Tuhan, penuhilah aku dengan kasih terhadap Engkau dan sesamaku, serta jadikanlah aku pelaku hukum kasih yang benar. Amin.

sumber:Ziarah Batin 2011

Tidak ada komentar:

Posting Komentar