Kamis, 05 Mei 2011

Jumat, 6 Mei 2011,Pekan PASKAH II(Ziarah Batin 2011)-Bacaan Injil : Yoh. 6:1–15

Jumat, 6 Mei 2011
Pekan PASKAH II (P)
St. Dominikus Savio, Remaja
Bacaan I: Kis. 5:34–42
Mazmur : 27:1,4,13–14; R: 4ab
Bacaan Injil : Yoh. 6:1–15


Sesudah itu Yesus berangkat ke seberang danau Galilea, yaitu danau Tiberias. Orang banyak berbondong-bondong meng­ikuti Dia, karena mereka melihat mukjizat-mukjizat penyembuhan, yang diadakan-Nya ter­hadap orang-orang sakit. Dan Yesus naik ke atas gu­nung dan duduk di situ dengan murid-murid-Nya. Dan Paskah, hari raya orang Yahudi, sudah dekat. Ketika Yesus memandang sekeliling-Nya dan melihat, bahwa orang banyak berbondong-bondong datang kepada-Nya, berkatalah Ia ke­pada Filipus: ”Di manakah kita akan membeli roti, supaya mereka ini dapat makan?” Hal itu di­­ka­­takan-Nya untuk mencobai dia, sebab Ia sen­­diri tahu, apa yang hendak dilakukan-Nya. Jawab Filipus kepada-Nya: ”Roti seharga dua ratus dinar tidak akan cukup untuk mereka ini, sekalipun masing-masing mendapat sepotong kecil saja.”Seorang dari murid-murid-Nya, yaitu Andreas, saudara Simon Petrus, berkata ke­pa­da-Nya: ”Di sini ada seorang anak, yang mempunyai lima roti jelai dan dua ikan; tetapi apakah artinya itu untuk orang sebanyak ini?” Kata Yesus: ”Suruhlah orang-orang itu du­duk.” Adapun di tempat itu banyak rumput. Maka duduklah orang-orang itu, kira-kira lima ribu laki-laki banyaknya. Lalu Yesus mengambil roti itu, mengucap syukur dan membagi-bagikannya kepada mereka yang duduk di situ, demikian juga dibuat-Nya dengan ikan-ikan itu, sebanyak yang mereka kehendaki. Dan setelah mereka kenyang Ia berkata kepada murid-murid-Nya: ”Kumpulkanlah potongan-potongan yang lebih supaya tidak ada yang terbuang.” (Bacaan selengkapnya lihat Alkitab….)



Renungan

Hal-hal kecil dan sederhana sering kali dianggap remeh. Akibatnya, banyak orang kehilangan apa yang sudah dimilikinya hanya karena berusaha mendapatkan hal-hal yang besar. Pengalaman hidup yang biasa-biasa saja pun kerap lewat begitu saja tanpa makna. Padahal, Tuhan bekerja dan memberikan rahmat-Nya melalui seluruh pengalaman hidup dan apa yang kita miliki.

Lihatlah dalam Injil, lima roti dan dua ikan dalam kuasa Tuhan mampu mengenyangkan lima ribu orang lebih, bahkan sampai berkelimpahan. Kuasa Tuhan melebihi segala kerapuhan kita dan mampu membuat sesuatu yang luar biasa dari hal-hal biasa dalam kehidupan kita. Tidak perlu menunggu sampai kita kaya, sempurna, dan memiliki banyak hal untuk dapat berbagi kebaikan kepada orang lain. Saat ini, dengan semua yang kita miliki, kita dapat melakukan hal luar biasa, sejauh kita menyatukan semua yang kita lakukan dengan kuasa Tuhan.


Doa: Ya Tuhan, serahkan diriku apa adanya ke dalam kuasa-Mu agar dari kehidupanku terpancarlah mukjizat-Mu bagi sesamaku. Amin.

sumber:Zarah Batin 2011

Tidak ada komentar:

Posting Komentar