Kamis, 02 Juni 2011

Jumat, 3 Juni 2011,Pekan Paskah VI(Ziarah Batin 2011)-Bacaan Injil : Yoh. 16:20–23a

Jumat, 3 Juni 2011

Pekan Paskah VI
Hari Pertama Novena Pentakosta Pw St. Karolus Lwanga, dkk Mrt. (M); Sta. Klotilda; St. Kevin
Bacaan I: Kis. 18:9–18
Mazmur : 47:2–3,4–5,6–7; R: 8a
Bacaan Injil : Yoh. 16:20–23a


”Aku berkata kepadamu: Sesungguh­nya kamu akan menangis dan meratap, tetapi dunia akan bergembira; kamu akan berdukacita, tetapi dukacitamu akan berubah menjadi sukacita. Seorang perempuan berdukacita pada saat ia melahirkan, tetapi sesudah ia melahirkan anaknya, ia tidak ingat lagi akan penderitaannya, karena kegembiraan bahwa seorang manusia telah dilahirkan ke dunia. Demikian juga kamu sekarang diliputi dukacita, tetapi Aku akan melihat kamu lagi dan hatimu akan bergembira dan tidak ada seorang pun yang dapat merampas kegembiraanmu itu dari padamu. Dan pada hari itu, kamu tidak akan menanya­kan apa-apa kepada-Ku.


Renungan

Ada peribahasa yang berbunyi, ”Berakit-rakit ke hulu, berenang-renang ke tepian; bersakit-sakit dahulu, bersenang-senang kemudian.” Agaknya peribahasa tersebut cocok dengan pesan Tuhan dalam Injil hari ini. Untuk mendapatkan kegembiraan, terkadang kita harus bersusah payah dan bahkan menderita. Seperti ibu yang kesakitan saat mau melahirkan bayi, tetapi ketika bayi itu lahir, ibu itu tersenyum bahagia.

Hidup ini bagaikan roda berputar: sisi yang tadinya di atas suatu saat akan berada di bawah, begitu pun sebaliknya. Penderitaan dan kegembiraan akan selalu hadir dalam hidup kita di dunia ini. Ada tawa, ada tangis; ada kelahiran, ada kematian. Ketika bayi yang baru lahir menangis, orang di sekelilingnya malah tersenyum bahagia; ketika seseorang meninggal dunia dengan damai dan bahagia, orang yang ditinggalkannya malah menangis sedih.

Inilah hidup yang tidak pernah lepas dari suka dan duka. Ketika kegembiraan itu datang, hendaknya kita tahu bersyukur kepada Tuhan. Sebaliknya, ketika penderitaan yang datang, hendaknya kita tidak menyalahkan Tuhan, melainkan tetap bersyukur kepada-Nya. Sebab, penderitaan bukanlah hukuman dari-Nya. Penderitaan adalah salah satu cara Tuhan untuk memurnikan kita sehingga kita layak menjadi anak-anak-Nya. Penderitaan ibarat emas yang dibakar di dalam api. Hanya dengan api, emas itu akan menjadi emas murni yang berharga (bdk. Sir. 2:1–5).


Doa: Allah Bapa di surga, terima kasih atas segala penyertaan-Mu di dalam hidupku. Berilah aku kekuatan tatkala penderitaan itu datang sehingga aku sanggup menghadapinya. Amin.

sumber:Ziarah Batin 2011

Tidak ada komentar:

Posting Komentar