Senin, 11 Juli 2011

Selasa, 12 Juli 2011 (Ziarah Batin 2011)-Bacaan Injil : Mat. 11:20–24

Selasa, 12 Juli 2011
Pekan Biasa XV (H)
St. Yohanes Gualbertus; St. Feodor dan Joan; St. Nabor dan Felix; St. Uguzo atau Lusio
Bacaan I : Kel. 2:1–15a
Mazmur : 69:3,14,30–31,33–34; R: 33
Bacaan Injil : Mat. 11:20–24



Lalu Yesus mulai mengecam kota-kota yang tidak bertobat, sekalipun di situ Ia paling ba­­nyak melakukan mujizat-mujizat-Nya: ”Celakalah engkau Khorazim! Celakalah engkau Betsaida! Karena jika di Tirus dan di Sidon terjadi mujizat-mujizat yang telah terjadi di tengah-tengah kamu, sudah lama mereka bertobat dan berkabung. Tetapi Aku berkata ke­padamu: Pada hari penghakiman, tanggungan Tirus dan Sidon akan lebih ringan daripada tanggunganmu. Dan engkau Kapernaum, apakah engkau akan dinaikkan sampai ke langit? Tidak, engkau akan diturunkan sampai ke dunia orang mati! Karena jika di Sodom terjadi mujizat-mujizat yang telah terjadi di tengah-tengah kamu, kota itu tentu masih berdiri sampai hari ini. Tetapi Aku berkata kepadamu: Pada hari peng­hakiman, tanggungan negeri Sodom akan lebih ringan daripada tanggunganmu.”


Renungan

Beberapa tahun yang lalu kita akrab dengan istilah ”katabelece” atau surat sakti dan semacamnya. Dengan membawa surat sakti atau katabelece itu, seseorang akan mendapat perlakuan istimewa sehingga apa pun yang diinginkan akan dengan sangat mudah diperoleh. Kota-kota istimewa, seperti Khorazim, Kapernaum, dan Betsaida adalah kota-kota istimewa. Memang kota Khorazim tidak banyak diberitakan dalam Injil, tetapi Kapernaum dan Betsaida adalah tempat kediaman Petrus di tepi danau dan tempat Yesus setiap kali kembali mengajar dan melakukan mukjizat. Walaupun memiliki keistimewaan itu, ternyata mereka yang tinggal di kota-kota itu tidak mengalami keselamatan. Kekerasan hati penduduk kota Khorazim, Betsaida, dan Kapernaum ini barangkali disebabkan karena mereka menganggap diri mereka sudah mempunyai agama yang baik dan kota-kota mereka sendiri sudah makmur sehingga mereka tidak mau menyerahkan diri kepada Yesus. Ada kesombongan rohani dalam hati mereka.

Kita harus mengusahakan keselamatan kita dengan takut dan gentar kepada Tuhan serta dengan tulus hati. Hanya dari Tuhanlah kita mengalami keselamatan, bukan karena nama baik atau kepandaian kita sendiri. Semoga kecaman Yesus atas penduduk kota Khorazim, Betsaida, dan Kapernaum yang tidak mau bertobat setelah mendengarkan pewartaan Yesus mendapat jawaban yang positif dari pihak kita, yakni kita siap menghidupi semangat pertobatan itu di dalam kehidupan konkret kita sehari-hari. Kalau ini yang terjadi maka pertobatan kita akan mendatangkan keselamatan Tuhan, dan hidup kita sendiri berkat pertobatan itu menjadi saluran berkat Tuhan bagi sesama.

Doa
Tuhan, aku kadang kurang menyadari diriku ini terbelenggu oleh kesombongan rohani. Sabda-Mu mengingatkan aku bahwa keselamatan hanya berasal dari pada-Mu, bukan karena kebaikan dan kepandaianku. Ampunilah aku yang sering menyombongkan diri di hadapan-Mu dan sesamaku. Amin.

sumber:Ziarah Batin 2011

Tidak ada komentar:

Posting Komentar