Selasa, 11 Oktober 2011

Rabu, 12 oktober 2011 (ziarah batin 2011)

Rabu, 12 oktober 2011
Pekan Biasa XXVIII (H)
St. Serafinus dr Montegranaro;
St. Wilfridus; B. Maria Teresa Fasce

Bacaan I: Rm. 2:1–11
Mazmur : 62:2–3,6–7,9; R: 13b
Bacaan Injil : Luk. 11:42–46

”Tetapi celakalah kamu, hai orang-orang Farisi, sebab kamu membayar per­sepuluhan dari selasih, inggu dan segala jenis sayuran, tetapi kamu mengabaikan ke­adilan dan kasih Allah. Yang satu harus dilakukan dan yang lain jangan diabaikan. Celakalah kamu, hai orang-orang Farisi, sebab kamu suka duduk di tempat terdepan di rumah ibadat dan suka menerima penghormatan di pasar. Celakalah kamu, sebab kamu sama seperti kubur yang tidak memakai tanda; orang-orang yang berjalan di atasnya, tidak mengetahuinya.”
Seorang dari antara ahli-ahli Taurat itu menjawab dan berkata kepada-Nya: ”Guru, dengan berkata demikian, Engkau menghina kami juga.” Tetapi Ia menjawab: ”Celakalah kamu juga, hai ahli-ahli Taurat, sebab kamu meletakkan beban-beban yang tak terpikul pada orang, tetapi kamu sendiri tidak menyentuh beban itu dengan satu jari pun.”


Renungan

Kecaman yang dilontarkan Yesus kepada orang-orang Farisi dan para ahli Taurat makin pedas. Dia membongkar kebobrokan praktik kehidupan agama mereka yang bermotivasi agar dilihat dan dihormati orang. Mereka juga membuat hukum dan peraturan yang mereka sendiri tidak melaksanakannya. Mereka bukan saja penuh dengan kebusukan dan kebobrokan, tetapi justru menyesatkan orang lain dengan ajaran-ajaran mereka. Mereka diibaratkan dengan kubur yang tidak punya tanda. Dalam adat istiadat orang Yahudi, orang yang menginjak kubur akan najis selama tujuh hari. Banyak orang menginjak kubur karena kubur tersebut tidak punya tanda. Orang Farisi adalah kubur-kubur yang tidak punya tanda dan orang bisa saja mendekati mereka dan terkontaminasi dengan ajaran sesat mereka.

Sementara itu, Yesus mengajarkan dan mengingatkan kembali, baik para ahli Taurat dan orang Farisi bahwa esensi dari perintah Allah adalah kasih dan keadilan. Allah sendiri adalah kasih dan segala yang dia lakukan mengalir dari kasih-Nya. Kasih adalah pengorbanan yang selalu merangkul dan meringankan beban orang lain.

Doa: Allah Yang Maha Pengasih dan Penyayang, kobarkanlah semangat cinta dalam hatiku agar aku selalu hanya memerhatikan apa yang paling utama dan penting dalam hidup ini, yaitu membagi kasih dengan sesama. Amin.

sumber: ziarah batin 2011

Tidak ada komentar:

Posting Komentar