Rabu, 07 Desember 2011

Kamis, 8 Desember 2011~HARI RAYA SP MARIA DIKANDUNG TANPA DOSA (ziarah batin 2011)

Kamis, 8 Desember 2011
HARI RAYA SP MARIA DIKANDUNG TANPA DOSA (P)

Bacaan I: Kej. 3:9–15,20
Mazmur : 98:1,2–3ab,3c–4; R: 1ab
Bacaan II : Ef. 1:3–6,11–12
Bacaan Injil : Luk. 1:26–38

Dalam bulan yang keenam Allah menyuruh malaikat Gabriel pergi ke sebuah kota di Galilea bernama Nazaret, kepada seorang perawan yang ber­tunangan dengan seorang bernama Yusuf dari keluarga Daud; nama perawan itu Maria. Ketika malaikat itu masuk ke rumah Maria, ia berkata: ”Salam, hai engkau yang dikaruniai, Tuhan menyertai engkau.” Maria terkejut mendengar perkataan itu, lalu bertanya di dalam hatinya, apakah arti salam itu. Kata malaikat itu kepadanya: ”Jangan takut, hai Maria, sebab engkau beroleh kasih karunia di hadapan Allah. Sesungguhnya engkau akan mengandung dan akan melahirkan seorang anak laki-laki dan hendaklah engkau menamai Dia Yesus. Ia akan menjadi besar dan akan disebut Anak Allah Yang Mahatinggi. Dan Tuhan Allah akan mengaruniakan kepada-Nya takhta Daud, bapa leluhur-Nya, dan Ia akan menjadi raja atas kaum keturunan Yakub sampai selama-lamanya dan Kerajaan-Nya tidak akan berkesudahan.” Kata Maria kepada malaikat itu: ”Bagaimana hal itu mungkin ter­jadi, karena aku belum bersuami?” Jawab malaikat itu kepadanya: ”Roh Kudus akan turun atasmu dan kuasa Allah Yang Mahatinggi akan menaungi engkau; sebab itu anak yang akan kaulahirkan itu akan disebut kudus, Anak Allah. Dan sesungguhnya, Elisabet, sanakmu itu, ia pun sedang mengandung seorang anak laki-laki pada hari tuanya dan inilah bulan yang keenam bagi dia, yang disebut mandul itu. Sebab bagi Allah tidak ada yang mustahil.” Kata Maria: ”Sesungguhnya aku ini adalah hamba Tuhan; jadilah padaku menurut perkataanmu itu.” Lalu malaikat itu meninggalkan dia.


Renungan

Di Jakarta semakin banyak orang menggunakan Blackberry. Meskipun demikian, betapa sering terdengar ucapan mereka yang sudah lama menggunakannya, ”Oh, ternyata Blackberry bisa untuk seperti itu.” Gambaran hidup kita mungkin juga seperti itu. Segala berkat rohani di surga sudah diberikan agar kita bisa hidup kudus tak bercela. Kekuatan Tuhan untuk menginjak kepala ular pun sebenarnya sudah kita terima. Persoalannya, kita sering tidak menyadarinya, atau tidak mau menggunakannya secara penuh.

Kita ingin menjadi pemenang dalam pertandingan melawan godaan kehidupan, tetapi sebenarnya kita belum memiliki hati seorang pemenang itu. Maka, kita terus meminta apa yang sebenarnya sudah diberikan kepada kita. Maria sebagai Hawa yang baru memberi gambaran tentang keterbukaan pada kekuatan Tuhan agar kita pun sungguh hidup sebagai pemenang. Itu dilakukan karena Roh Kudus menaungi dia. Hal yang sama juga terjadi pada kita. Kita hanya perlu membiarkan Roh itu berkarya secara penuh dalam hidup kita.

Doa: Yesus, aku menyanyikan lagu baru bagi-Mu yang telah melakukan karya agung bagiku. Aku biarkan lengan-Mu yang kuat terus merebut kemenangan bagiku. Amin.

sumber : ziarah batin 2011

Tidak ada komentar:

Posting Komentar