Kamis, 16 Februari 2012

Jumat, 17 Februari 2012

Jumat, 17 Februari 2012
Pekan Biasa VI (H)

St. Teodulus; St. Bonfilio dkk.;
St. Silvinus; St. Nisephorus

Bacaan I: Yak. 2:14–24.26
Mazmur : 112:1–2.3–4.5–6; R: 1
Bacaan Injil : Mrk. 8:34–9:1


Lalu Yesus memanggil orang banyak dan murid-murid-Nya dan berkata ke­pada mereka: ”Setiap orang yang mau mengikut Aku, ia harus menyangkal diri­nya, memikul salibnya dan mengikut Aku. Karena siapa yang mau menyelamatkan nya­wa­nya, ia akan kehilangan nyawanya; tetapi barang­siapa kehilangan nyawanya karena Aku dan karena Injil, ia akan menyelamatkannya.Apa gunanya seorang memperoleh seluruh dunia, tetapi ia kehilangan nyawanya. Karena apakah yang dapat diberikannya sebagai ganti nyawanya? Sebab barang siapa malu karena Aku dan karena perkataan-Ku di tengah-tengah angkatan yang tidak setia dan berdosa ini, Anak Manusia pun akan malu karena orang itu apabila Ia datang kelak dalam kemuliaan Bapa-Nya, diiringi malaikat-malaikat kudus.” Kata-Nya lagi kepada mereka: ”Aku berkata kepadamu, sesungguhnya di antara orang yang hadir di sini ada yang tidak akan mati sebe­lum mereka melihat bahwa Kerajaan Allah telah datang dengan kuasa.”

Renungan

Jer basuki mawa bea, kata pepatah. Segala sesuatu menuntut pengorbanan. Demikian juga halnya mengikuti Yesus. Bila orang ingin mengikuti Yesus, tidak cukup hanya di dalam hati atau dengan kata-kata saja.
Seorang ibu yang kehilangan suami secara mendadak, harus menghidupi tiga anaknya. Ibu ini tak berpengalaman mencari uang sebelumnya. Hari-harinya penuh dengan kegetiran dan perjuangan. Ia menjalaninya dengan tabah dan dengan tetap percaya kepada kebaikan Yesus. Ibu ini berhasil membesarkan anak-anaknya dengan baik. Ibu ini merupakan contoh konkret bagaimana menjadi pengikut Kristus yang baik. Ia tetap setia baik pada waktu segalanya berjalan lancar maupun ketika semua pintu seolah-olah tertutup baginya.

Yesus, dalam Injil hari ini mengajak para pengikut-Nya untuk tegar dalam menghadapi berbagai tantangan dan kesulitan dalam hidup. Dan, apa pun tantangannya dan seberat apa pun salib yang dipikul, Yesus menasihati kita untuk tidak meninggalkan iman kita kepada-Nya.

 Tuhan, Bapa yang mahasetia, kuatkanlah aku selalu dan teguhkanlah imanku, khususnya ketika aku harus melalui jalan yang sakit dan menyesahkan. Amin.

sumber :ziarah batin 2012

Tidak ada komentar:

Posting Komentar