Jumat, 24 Februari 2012

Sabtu, 25 Februari 2012

Sabtu, 25 Februari 2012
Hari Sabtu Sesudah Rabu Abu (U)

Sta. Walburga

Bacaan I: Yes. 58:9b–14
Mazmur : 86:1–2.3–4.5-6; R: 11a
Bacaan Injil : Luk. 5:27–32



Kemudian, ketika Yesus pergi ke luar, Ia melihat seorang pemungut cukai, yang bernama Lewi, sedang duduk di rumah cukai. Yesus berkata kepadanya: ”Ikutlah Aku!” Maka berdirilah Lewi dan meninggalkan segala sesuatu, lalu mengikut Dia.
Dan Lewi mengadakan suatu perjamuan besar untuk Dia di rumahnya dan sejumlah besar pemungut cukai dan orang-orang lain turut makan ber­sama-sama dengan Dia. Orang-orang Farisi dan ahli-ahli Taurat bersungut-sungut kepada murid-murid Yesus, katanya: ”Mengapa kamu makan dan minum bersama-sama de­ngan pemungut cukai dan orang berdosa?” Lalu jawab Yesus kepada mereka, kata-Nya: ”Bukan orang sehat yang memerlukan tabib, tetapi orang sakit; Aku datang bukan untuk memanggil orang benar, tetapi orang berdosa, supaya mereka bertobat.”


Renungan

Novi adalah anak yang bandel dan kerap menyusahkan orang tuanya. Suatu hari ayahnya berkata, ”Novi, mulai hari ini, setiap kali kamu berbuat nakal, tancapkan sebatang paku di pohon depan rumah itu. Namun, untuk setiap kebaikan yang kamu lakukan, kamu boleh cabut satu paku!”

Mulanya paku bertambah banyak. Artinya, Novi memang banyak melakukan kesalahan. Namun dengan usaha yang sungguh, yaitu dengan melakukan banyak perbuatan baik, suatu hari paku-paku berhasil tercabut semua. Dengan bangga Novi berkata kepada ayahnya, ”Ayah lihat, paku-paku telah tercabut semua. Novi telah bertobat dan tidak akan nakal lagi!” Sambil tersenyum ayahnya menjawab, ”Betul Novi. Paku-paku telah tercabut, namun bekas-bekasnya akan tetap tinggal!”

Banyak orang, seperti Lewi dalam Injil, bertobat, meninggalkan cara hidup yang lama yang jahat. Mereka telah menemukan jalan yang benar. Meskipun demikian, luka-luka akibat perbuatan jahat yang kita lakukan di masa lalu, akan tetap melekat. Luka-luka itu mengingat­kan akan kelemahan serta kerapuhan kita yang kita akui di hadapan Tuhan, teristime­wa selama masa Prapaskah ini, agar oleh bilur-bilur-Nya kita pun menjadi sembuh total.

Doa: Bapa yang maha pengampun, jangan biarkan aku yang telah bertobat jatuh kembali ke jalan yang sesat. Amin.

sumber :ziarah Batin 2012

Tidak ada komentar:

Posting Komentar