Selasa, 06 Maret 2012

Rabu, 7 Maret 2012

Rabu, 7 Maret 2012
Pekan Prapaskah II (U)

Sta. Perpetua dan Felisitas, Mrt.

Bacaan I : Yer. 18:18–20
Mazmur : 31:5–6.14.15–16; R: 17b
Bacaan Injil : Mat. 20:17–28



Ketika Yesus akan pergi ke Yerusalem, Ia memanggil kedua belas murid-Nya tersendiri dan berkata kepada mereka di tengah jalan: ”Sekarang kita pergi ke Yerusalem dan Anak Manusia akan diserahkan kepada imam-imam kepala dan ahli-ahli Taurat, dan mereka akan menjatuhi Dia hukuman mati. Dan mereka akan menyerahkan Dia kepada bangsa-bangsa yang tidak mengenal Allah, supaya Ia diolok-olokkan, disesah dan disalibkan, dan pada hari ketiga Ia akan dibangkitkan.”
Maka datanglah ibu anak-anak Zebedeus serta anak-anaknya itu kepada Yesus, lalu sujud di hadapan-Nya untuk me­minta sesuatu kepada-Nya. Kata Yesus: ”Apa yang kaukehendaki?” Jawabnya: ”Berilah perintah, supaya kedua anakku ini boleh duduk kelak di dalam Kerajaan-Mu, yang seorang di sebelah kanan-Mu dan yang seorang lagi di sebelah kiri-Mu.” Tetapi Yesus menjawab, kata-Nya: ”Kamu tidak tahu, apa yang kamu minta. Dapatkah kamu meminum cawan, yang harus Kuminum?”
Kata mereka kepada-Nya: ”Kami dapat.”Yesus berkata kepada mereka: ”Cawan-Ku memang akan kamu minum, tetapi hal duduk di sebelah kanan-Ku atau di sebelah kiri-Ku, Aku tidak berhak memberikannya. Itu akan diberikan kepada orang-orang bagi siapa Bapa-Ku telah menyediakannya.” Mendengar itu marahlah kesepuluh murid yang lain kepada kedua saudara itu. Tetapi Yesus memanggil mereka lalu ber­kata: ”Kamu tahu, bahwa pemerintah-pe­merintah bangsa-bangsa memerintah rakyatnya dengan tangan besi dan pembesar-pembesar menjalankan kuasanya dengan keras atas mereka. Tidaklah demikian di antara kamu. Barang siapa ingin menjadi besar di antara kamu, hendaklah ia menjadi pelayanmu, dan barangsiapa ingin menjadi terkemuka di antara kamu, hendaklah ia menjadi hambamu; sama seperti Anak Manusia datang bukan untuk dilayani, melainkan untuk melayani dan untuk memberikan nyawa-Nya menjadi tebusan bagi banyak orang.”

Renungan

Apa itu pelayanan? Setiap orang mempunyai pendapat yang berbeda-beda. Seorang sahabat mengatakan bahwa melayani berarti melakukan sesuatu pekerjaan dengan keyakinan bahwa hal itu dikehendaki Allah untuk kebaikan bersama. Ibu Teresa dari Calcuta pernah berkata, ”Lakukanlah hal-hal kecil dengan cinta yang besar”. Jika kita yakin bahwa suatu pekerjaan me­ru­pa­kan panggilan Allah maka kita akan melakukannya dengan penuh cinta dan kerendahan hati.

”Barang siapa hendak menjadi besar diantara kamu, hendaklah ia menjadi pelayanmu… hendaklah ia menjadi hambamu”. Bagi Yesus, jalan untuk menjadi terkemuka bukan dengan power dan kedudukan, tetapi dengan menjadi pelayan bagi sesama. Sabda ini memang tidak sejalan dengan paham dunia ini. Dunia kerap memandang power dan kedudukan sebagai jalan untuk menjadi terkemuka. Berkuasa atas hidup orang lain dilihat sebagai cara menjadi besar di mata orang. Yesus menunjukkan hal yang lain. Dia telah datang ke dunia dan menjadi bagian dari kita manusia, bahkan rela mati untuk keselamatan kita. Itulah pelayanan yang paling agung.
Bersediakah kita mengikuti jejak Yesus dalam melayani?

Doa: Ya Tuhan, syukur atas pelayanan-Mu yang total kepadaku sampai Engkau rela mati di salib. Semoga aku mampu meneladani semangat pelayanan-Mu. Amin.

sumber :ziarah batin 2012

Tidak ada komentar:

Posting Komentar