Sabtu, 31 Juli 2010

Selasa, 27 Juli 2010

Selasa, 27 Juli 2010

B. Maria Magdalena Martinengo; B. Titus Brandsma
St. Pantaleon; St. Aurelius dan Sta. Natalia

Bacaan I : Yer 14:17-22
Mazmur : 79:8.9.11.13; R:9bc
Bacaan Injil : Mat 13:36-43

"Siapa bertelinga, hendaklah ia mendengar!"

(Mat 13:36-43)

"Maka Yesus pun meninggalkan orang banyak itu, lalu pulang. Murid-murid-Nya datang dan berkata kepada-Nya: ”Jelaskanlah kepada kami perumpamaan tentang lalang di ladang itu.” Ia menjawab, kata-Nya: ”Orang yang menaburkan benih baik ialah Anak Manusia; ladang ialah dunia. Benih yang baik itu anak-anak Kerajaan dan lalang anak-anak si jahat. Musuh yang menaburkan benih lalang ialah Iblis. Waktu menuai ialah akhir zaman dan para penuai itu malaikat. Maka seperti lalang itu dikumpulkan dan dibakar dalam api, demikian juga pada akhir zaman. Anak Manusia akan menyuruh malaikat-malaikat-Nya dan mereka akan mengumpulkan segala sesuatu yang menyesatkan dan semua orang yang melakukan kejahatan dari dalam Kerajaan-Nya. Semuanya akan dicampakkan ke dalam dapur api; di sanalah akan terdapat ratapan dan kertakan gigi. Pada waktu itulah orang-orang benar akan bercahaya seperti matahari dalam Kerajaan Bapa mereka. Siapa bertelinga, hendaklah ia mendengar!” (13:36-43)

Saudara-saudari terkasih dalam nama Tuhan Yesus Kristus,

Telinga adalah salah satu panca indera yang lebih dahulu difungsikan ketika seseorang lahir ke dunia ini.Para ibu yang sudah pernah mengandung dan melahirkan tentunya lebih mengetahui hal ini.Fungsi telinga adalah menerima gelombang suara dan menghantarkannya menjadi sebuah pesan ke otak. Gelombang suara masuk ke telinga kemudian menembus saluran telinga, dan memukul gendang telinga sehingga menimbulkan getaran. Getaran dari gendang menyebabkan tulang kecil di telinga bergerak dan pergerakan ini menimbulkan pengiriman gelombang suara ke telinga bagian dalam.(sumber:www.inspiredkidsmagazine.com)

Ajakan Yesus juga terkesan keras,dalam warta gembira hari ini:”Siapa bertelinga, hendaklah ia mendengar” (Mat 13:43b). Manusia diajak untuk memakai indranya sebagaimana dianugerahkan oleh Tuhan. Telinga dipakai sebaik-baiknya untuk mendengarkan Sabda Tuhan dan melaksanakannya. Untuk mendengarkan, manusia perlu memberi perhatian—mendengar dengan hati.

Dalam hidup beriman selalu ada dua sisi. Di satu sisi, mengimani Allah yang mengadili dan dapat menghukum, Allah yang perlu ditakuti—dihormati dan disegani—agar manusia tidak sembrono dan berbuat jahat. Di sisi lain, mengimani Allah Yang Mahabaik dan penuh belas kasih, yang mengundang para pendosa untuk berani datang mendekat, memohon berkat pengampunan-Nya. Maka marilah kita itu tidak hanya mengharapkan belas kasih Allah semata , tetapi juga dituntut untuk menanti dan menghormati Allah.

Saudara-saudari terkasih,

Dikisahkan,ada seorang wanita yang sudah lama berpacaran dengan seorang pria.Sebut saja nama wanita ini Sinta sedangkan yang pria bernama Rudi.Sinta adalah tipe wanita yang selalu percaya akan apa yang di katakan oleh Rudi.Sehingga Rudi sering memanfaatkan kepercayaan dan kasih sayang Sinta untuk mendua.

Singkat kata,Sinta akhirnya tahu bahwa selama ini ia di duakan.Akhirnya Sinta minta putus karena sakit hati yang teramat sangat.Hari berganti hari,minggu berganti minggu,namun Sinta masih tetap menyimpan rasa dendam dan sakit di hatinya.Ironisnya,setiap ke gereja dan rosario,Sinta selalu melantunkan sebait doa Bapa Kami:"Ampunilah kesalahan kami,seperti kamipun mengampuni yang bersalah terhadap kami" .Bertelinga tetapi tidak mendengar.

Apakah selama ini kita sudah mendengar sabda Tuhan dan tekun melaksanakannya?

marilah berdoa: Tuhan Yesus, tuntunlah aku agar kelak aku layak menjadi salah seorang yang bercahaya seperti matahari dalam kerajaan Bapa-Mu.Semoga Tuhan memberkati kita,melindungi kita terhadap dosa dan menghantar kita kehidup yang kekal.Amin.

Tuhan memberkati

"Janganlah perhitungkan kepada kami kesalahan nenek moyang kami; kiranya rahmat-Mu segera menyongsong kami, sebab sudah sangat lemah kami.Tolonglah kami, ya Allah penyelamat kami, demi kemuliaan nama-Mu! Lepaskanlah kami dan ampunilah dosa kami oleh karena nama-Mu!Biarlah sampai ke hadapan-Mu keluhan orang tahanan; sesuai dengan kebesaran lengan-Mu, biarkanlah hidup orang-orang yang ditentukan untuk mati dibunuh!Maka kami ini, umat-Mu, dan kawanan domba gembalaan-Mu, akan bersyukur kepada-Mu untuk selama-lamanya, dan akan memberitakan puji-pujian untuk-Mu turun-temurun." (Mzm 79:8,9,11,13,)

sumber:ziarah batin 2010

Sekaligus saya ingin mengajak anda untuk berdoa kesucian para imam dengan klik link berikut:http://www.facebook.com/note.php?saved&&suggest&note_id=133850396634690

salam hangat,

A.M.Adi Normawan

Tidak ada komentar:

Posting Komentar