Jumat, 27 Agustus 2010

Sabtu, 28 Agustus 2010(Pw St. Agustinus, Uskup, PjG)-setia memikul tanggung jawab dalam perkara yang kecil(Mat 25:14-30)

Sabtu, 28 Agustus 2010
Pw St. Agustinus, Uskup, PjG.; St. Hermes, Mrt.
Bacaan I : 1Kor 1:26-31
Mazmur : 33:12-13.18-19.20-21; R:12
Bacaan Injil : Mat 25:14-30


"setia memikul tanggung jawab dalam perkara yang kecil"
(Mat 25:14-30)


"Sebab hal Kerajaan Sorga sama seperti seorang yang mau bepergian ke luar negeri, yang memanggil hamba-hambanya dan mempercayakan hartanya kepada mereka.Yang seorang diberikannya lima talenta, yang seorang lagi dua dan yang seorang lain lagi satu, masing-masing menurut kesanggupannya, lalu ia berangkat.Segera pergilah hamba yang menerima lima talenta itu. Ia menjalankan uang itu lalu beroleh laba lima talenta.Hamba yang menerima dua talenta itupun berbuat demikian juga dan berlaba dua talenta.Tetapi hamba yang menerima satu talenta itu pergi dan menggali lobang di dalam tanah lalu menyembunyikan uang tuannya.Lama sesudah itu pulanglah tuan hamba-hamba itu lalu mengadakan perhitungan dengan mereka.Hamba yang menerima lima talenta itu datang dan ia membawa laba lima talenta, katanya: Tuan, lima talenta tuan percayakan kepadaku; lihat, aku telah beroleh laba lima talenta.Maka kata tuannya itu kepadanya: Baik sekali perbuatanmu itu, hai hambaku yang baik dan setia; engkau telah setia dalam perkara kecil, aku akan memberikan kepadamu tanggung jawab dalam perkara yang besar. Masuklah dan turutlah dalam kebahagiaan tuanmu.Lalu datanglah hamba yang menerima dua talenta itu, katanya: Tuan, dua talenta tuan percayakan kepadaku; lihat, aku telah beroleh laba dua talenta.Maka kata tuannya itu kepadanya: Baik sekali perbuatanmu itu, hai hambaku yang baik dan setia, engkau telah setia memikul tanggung jawab dalam perkara yang kecil, aku akan memberikan kepadamu tanggung jawab dalam perkara yang besar. Masuklah dan turutlah dalam kebahagiaan tuanmu.Kini datanglah juga hamba yang menerima satu talenta itu dan berkata: Tuan, aku tahu bahwa tuan adalah manusia yang kejam yang menuai di tempat di mana tuan tidak menabur dan yang memungut dari tempat di mana tuan tidak menanam.Karena itu aku takut dan pergi menyembunyikan talenta tuan itu di dalam tanah: Ini, terimalah kepunyaan tuan!Maka jawab tuannya itu: Hai kamu, hamba yang jahat dan malas, jadi kamu sudah tahu, bahwa aku menuai di tempat di mana aku tidak menabur dan memungut dari tempat di mana aku tidak menanam?Karena itu sudahlah seharusnya uangku itu kauberikan kepada orang yang menjalankan uang, supaya sekembaliku aku menerimanya serta dengan bunganya.Sebab itu ambillah talenta itu dari padanya dan berikanlah kepada orang yang mempunyai sepuluh talenta itu.Karena setiap orang yang mempunyai, kepadanya akan diberi, sehingga ia berkelimpahan. Tetapi siapa yang tidak mempunyai, apapun juga yang ada padanya akan diambil dari padanya.Dan campakkanlah hamba yang tidak berguna itu ke dalam kegelapan yang paling gelap. Di sanalah akan terdapat ratap dan kertak gigi."(Mat 25:14-30)
Saudara-saudari terkasih dalam Nama Tuhan Yesus Kristus,

Hari ini,gereja memperingati peringatan wajib Santo Agustinus, Uskup dan Pujangga Gereja.Ia lahir di Tagaste (sekarang: Soukh-Ahras), Afrika Utara pada tanggal 13 November 354.Ibunya, Monika, seorang yang beriman Kristen dari sebuah keluarga yang taat agama; sedangkan ayahnya Patrisius, seorang tuan tanah dan sesepuh kota yang masih kafir.

Pada tahun 383 ia pergi ke Roma lalu ke Milano, kota pemerintahan dan kota kediaman Uskup Ambrosius. Di Milano ia mengajar ilmu retorika. Banyak orang Roma berbondong-bondong datang kepadanya hanya untuk mendengarkan kuliah dan pidatonya. Di kota itupun ia berkenalan dengan Uskup Santo Ambrosius, seorang mantan gubernur yang saleh.

Pada tahun 387,Ia kemudian bertobat.Kemudian ia ditabhiskan menjadi imam pada tahun 391, dan bertugas di Hippo sebagai pembantu uskup di kota itu. Sepeninggal uskup itu pada tahun 395, ia dipilih menjadi Uskup Hippo. Selama 35 tahun ia menjadi pusat kehidupan keagamaan di Afrika. Rahmat Tuhan yang besar atas dirinya dimuliakannya di dalam berbagai bentuk kidung dan tulisan. Tulisan-tulisannya meliputi 113 buah buku, 218 buah surat dan 500 buah kotbah.

Agustinus meninggal dunia pada tanggal 28 Agustus 430 tatkala bangsa Vandal mengepung Hippo. Jenazah Agustinus berhasil diamankan oleh umatnya dan kini dimakamkan di basilik Santo Petrus.

Saudara-saudari terkasih,

"Gile..makin kinclong aja!" Begitulah komentar teman-temannya Rian.Rupanya sasaran tembak mereka selalu saja melihat bagian kepala Rian yang kurang rambut.Akhirnya kepala ini menjadi brand image dan trade mark.

Awalnya ada rasa malu dan minder juga,tetapi kemudian Rian terpikir:"Segala sesuatu yang ada dalam diri kita adalah anugerah Tuhan yang tidak ada celanya." Oleh karena itu,rasa malu atau minder dibuangnya jauh-jauh. dan kemudian ia membuat konsep diri:"Bagi oranglain saya mempunyai kelemahan,tidak mempunyai rambut.Akan tetapi,bagi diri pribadi kelebihan saya adalah tidak mempunyai rambut.

Efek positifnya,Rian pun mempunyai kepercayaan diri.Ia tetap merasa OK dan tidak perlu mengubah apapun dalam dirinya karena semua adalah anugerah Tuhan.

Saudara-saudari terkasih,

Dalam warta gembira hari ini,bila kita perhatian,ada hamba yang ketika di beri satu talenta oleh tuannya,bukannya mengembangkan malah menggali lobang di dalam tanah lalu menyembunyikan uang tuannya.

Jujur saja,terkadang dalam kehidupan ini,kita sering tidak bisa menerima keadaan diri ,baik itu dari bentuk fisik,maupun kemampuan diri sendiri.Kita cenderung berprilaku seperti hamba yang di berikan satu talenta tapi malah menggali lobang di dalam tanah lalu menyembunyikan uang tuannya.

Akibatnya,hidup tidak berkembang kerena terkekang rasa minder atau malu terhadap keadaan diri.Kita lupa bahwa segala sesuatu yang ada dalam hidup kita adalah anugerah Tuhan.

Segala perbedaan dan keunikan pada setiap orang bukan untuk persaingan,tapi untuk mengagungkan Tuhan.Artinya,setiap orang seharusnya bersyukur atas anugerah-anugerah itu dan kemudian mengembangkannya dalam hidup,sehingga dapat menyumbang sesuatu bagi penyempurnaan dunia ini.Ingat!Tuhan menciptakan segala sesuatu baik adanya.

Sudahkah kita mengembangkan talenta yang di berikan Tuhan pada kita?Atau jangan-jangan kita malah menggali lobang di dalam tanah lalu menyembunyikannya?

Marilah berdoa:Tuhan, terima kasih atas talenta yang Engkau berikan. Semoga semuanya itu aku gunakan demi kemuliaan nama-Mu dan kesejahteraan bersama.Doa ini kami persembahkan Demi Yesus Kristus,Putera-Mu dan pengantara kami,yang hidup dan berkuasa bersama Engkau dalam Roh Kudus,sepanjang segala masa.Amin


"Marilah pergi. Kita diutus."



"Berbahagialah bangsa, yang Allahnya ialah TUHAN, suku bangsa yang dipilih-Nya menjadi milik-Nya sendiri!TUHAN memandang dari sorga, Ia melihat semua anak manusia;Sesungguhnya, mata TUHAN tertuju kepada mereka yang takut akan Dia, kepada mereka yang berharap akan kasih setia-Nya,untuk melepaskan jiwa mereka dari pada maut dan memelihara hidup mereka pada masa kelaparan.Jiwa kita menanti-nantikan TUHAN. Dialah penolong kita dan perisai kita!Ya, karena Dia hati kita bersukacita, sebab kepada nama-Nya yang kudus kita percaya."(Mzm 33:12-13,18-19,20-21)


sumber:ziarah batin 2010 dan Oase rohani


Sekaligus saya ingin mengajak anda untuk berdoa kesucian para imam dengan klik link berikut:http://www.facebook.com/note.php?saved&&suggest&note_id=133850396634690

salam hangat,

A.M.Adi Normawan



Tidak ada komentar:

Posting Komentar