Rabu, 15 September 2010

Jumat,17 September 2010-Perempuan-perempuan ini melayani rombongan itu dengan kekayaan mereka(Luk 8:1-3)

Jumat, 17 September 2010
St. Robertus Bellarminus; Sta. Hildegardis; St. Albertus dr Yerusalem
Bacaan I: 1Kor 15:12-20
Mazmur : 17:1.6-7.8b.15; R:15b
Bacaan Injil : Luk 8:1-3



"Perempuan-perempuan ini melayani rombongan itu dengan kekayaan mereka"
(Luk 8:1-3)

"Tidak lama sesudah itu Yesus berjalan berkeliling dari kota ke kota dan dari desa ke desa memberitakan Injil Kerajaan Allah. Kedua belas murid-Nya bersama-sama dengan Dia, dan juga beberapa orang perempuan yang telah disembuhkan dari roh-roh jahat atau berbagai penyakit, yaitu Maria yang disebut Magdalena, yang telah dibebaskan dari tujuh roh jahat, Yohana isteri Khuza bendahara Herodes, Susana dan banyak perempuan lain. Perem­puan-perempuan ini melayani rombongan itu dengan kekayaan mereka."(Luk 8:1-3)
Saudara-saudari terkasih dalam nama Tuhan Yesus Kristus,

Dikisahkan ada lima orang bersaudara hidup dengan tentram di sebuah kaki gunung.Orangtua mereka yang sudah meninggal,mewariskan sawah dan ladang untuk diolah.

Atas kesepakatan bersama,si sulung memerintahkan kepada si bungsu untuk tinggal di rumah selama mereka bekerja di sawah.Setiap kali kakak-kakaknya pulang dari bekerja,mereka pasti sudah menemukan rumah mereka sudah bersih,rapi dan terasa nyaman.Dia atas meja makan sudah tersedia makanan dan minuman untuk mereka semua,tempat tidur rapi semuanya,dan pakaian-pakaian kotor sudah dicuci dan di gosok semuanya.

Namun,salah seorang kakak berpikiran jelek dan curiga terhadap si bungsu. "Si bungsu curang,dia tidak mau ke sawah dan hanya enak-enakan saja di rumah,"katanya.Akhirnya,diputuskan bahwa si bungsu juga harus ikut ke sawah.Ketika kembali ke rumah,mereka menemukan rumah yang berantakan,tidak terurus,dan meja makan kosong.

Mereka menyadari bahwa si bungsu yang selama ini dianggap tidak berguna,ternyata memiliki peranan penting

Saudara-saudari terkasih,

Jangan pernah meremehkan orang yang bekerja "di belakang layar",yang tidak begitu menonjol pekerjaannya.Tanpa sadar,kita sering berkata dengan sombongnya, "Biarkan saja dia pergi,biarkan dia keluar!Toh di rumah ini dia tidak berguna"  atau "untuk apa ditahan-tahan,masih banyak orang yang bisa mengerjakan,apa yang dia kerjakan."Suatu saat,kita akan merasakan bahwa kita kehilangan orang-orang baik dan berguna yang pernah ada di sekitar kita.

Kita semua telah diperlengkapi dengan keahlian masing-masing yang berbeda agar bisa saling bekerja sama,saling melengkapi dan saling menolong.Walaupun ada sebagian orang yang tidak selalu menonjol dalam keahlian tertentu,tetapi belajarlah untuk menghargai manfaat dari kehadiran mereka dan kemampuan yang dipercayakan kepada mereka.

Marilah berdoa:Ya Yesus,aku bersyukur untuk orang-orang yang Kautempatkan di sekelilingku.Berilah aku hati yang bisa menghargai keberadaan mereka dan tidak meremehkan meskipun kelihatannya apa yang mereka lakukan bernilai kecil.Ajarilah aku untuk selalu dapat bekerjasama dengan oranglain.Doa ini kami persembahkan Demi Yesus Kristus,Putera-Mu dan pengantara kami,yang hidup dan berkuasa bersama Engkau dalam Roh Kudus,sepanjang segala masa.Amin

"Marilah pergi. Kita diutus."


"Dengarkanlah, TUHAN, perkara yang benar, perhatikanlah seruanku; berilah telinga akan doaku, dari bibir yang tidak menipu.Aku berseru kepada-Mu, karena Engkau menjawab aku, ya Allah; sendengkanlah telinga-Mu kepadaku, dengarkanlah perkataanku.Tunjukkanlah kasih setia-Mu yang ajaib, ya Engkau, yang menyelamatkan orang-orang yang berlindung pada tangan kanan-Mu terhadap pemberontak.Peliharalah aku seperti biji mata, sembunyikanlah aku dalam naungan sayap-MuTetapi aku, dalam kebenaran akan kupandang wajah-Mu, dan pada waktu bangun aku akan menjadi puas dengan rupa-Mu."(Mzm 17:1,6-7,8b,15)

sumber:ziarah batin 2010 dan Oase rohani


Sekaligus saya ingin mengajak anda untuk berdoa kesucian para imam dengan klik link berikut:http://www.facebook.com/note.php?saved&&suggest&note_id=133850396634690

salam hangat,

A.M.Adi Normawan


Tidak ada komentar:

Posting Komentar