Rabu, 09 Februari 2011

Kamis, 10 Februari 2011(Ziarah Batin 2011)-Pw. Sta. Skolastika,Bacaan Injil : Mrk. 7:24–30

Kamis, 10 Februari 2011
Pekan Biasa V

Pw. Sta. Skolastika, Prw (P)
St. Zenon

Bacaan I: Kej. 2:18–25
Mazmur : 128:1–2,3,4–5; R: 1a
Bacaan Injil : Mrk. 7:24–30


Lalu Yesus berangkat dari situ dan pergi ke daerah Tirus. Ia masuk ke sebuah rumah dan tidak mau bahwa ada orang yang mengetahuinya, tetapi kedatangan-Nya tidak dapat dirahasiakan. Malah seorang ibu, yang anaknya perempuan kerasukan roh jahat, segera mendengar tentang Dia, lalu datang dan tersungkur di depan kaki-Nya. Perempuan itu seorang Yunani bangsa Siro-Fenisia. Ia memohon kepada Yesus untuk mengusir setan itu dari anaknya. Lalu Yesus berkata kepadanya: ”Biarlah anak-anak kenyang dahulu, sebab tidak patut mengambil roti yang disediakan bagi anak-anak dan melemparkannya kepada anjing.” Tetapi perempuan itu menjawab: ”Benar, Tuhan. Tetapi anjing yang di bawah meja juga makan remah-remah yang dijatuhkan anak-anak.” Maka kata Yesus kepada perempuan itu: ”Karena kata-katamu itu, pergilah sekarang sebab setan itu sudah keluar dari anakmu.” Perempuan itu pulang ke rumahnya, lalu dida­patinya anak itu berbaring di tempat tidur, se­dang setan itu sudah keluar.


Renungan

Barangkali kita pernah merasa tidak dipedulikan oleh Tuhan dalam penderitaan atau kesulitan hidup kita. Ketika kita sungguh membutuhkan Dia, seolah-olah Dia jauh dari jangkauan kita. Wanita Yunani berkebangsaan Siro-Fenesia memohon kepada Yesus untuk menunjukkan belas kasih kepada anak perempuannya yang kerasukan roh jahat. Pada pandangan pertama Yesus tampaknya tidak mempedulikan permohonan ibu itu, malahan Dia melontarkan pertanyaan dengan memakai kata ”melemparkan roti kepada anjing-anjing”. Ketika itu orang-orang Yahudi suka mengibaratkan orang-orang kafir sebagai ”anjing-anjing yang kotor”.

Hal tersebut dibuat Yesus bukan untuk meremehkan atau menghina atau mengabaikan sang ibu, yang adalah seorang Yunani dan bukan Yahudi, tetapi untuk menguji imannya. ”Benar, Tuhan! Tetapi anjing di bawah meja pun makan remah-remah yang dijatuhkan anak-anak.” Jawaban wanita ini mengagumkan Yesus dan ia dipuji karena imannya. Ketika pulang ke rumahnya ia mendapati anaknya sembuh, bebas dari kuasa setan. Seperti orang-orang lain pada umumnya, wanita ini pun merindukan keselamatan Allah.

Barang siapa yang dengan sepenuh hati dan iman mencari Yesus tidak akan pernah ditolak. Ketika Yesus menjadi bagian penuh dari kehidupan seseorang, hal ini bagaikan ungkapan Adam: ”Inilah dia, tulang dari tulangku dan daging dari dagingku.” Artinya, dia adalah bagian penuh dari hidupku sendiri, dia dan aku tidak dapat dipisahkan.
Demikianlah, orang yang beriman tidak dapat terpisahkan dari Dia yang diimaninya. Dalam kesatuan dengan Yesus dan iman akan Dia, segalanya menjadi mungkin.

doa:Tuhan Yesus Kristus, satukanlah hidupku dengan hidup-Mu, dan tambahkanlah senantiasa imanku akan kuasa-Mu yang menyembuhkan, serta bebaskanlah aku dari segala yang jahat. Amin.


sumber:Ziarah Batin 2011

Tidak ada komentar:

Posting Komentar