Jumat, 04 Februari 2011

Minggu, 6 February 2011(ZIARAH BATIN 2011)-Bacaan Injil : Mat. 5:13–16

Minggu, 6 February 2011
Pekan Biasa V (H)
St. Dorothea dan Theophilus; Pw St. Paulus Miki
Bacaan I: Yes. 58:7–10
Mazmur : 112:4–5,6–7,8a,9; R: 4a
Bacaan II : 1Kor. 2:1–5
Bacaan Injil : Mat. 5:13–16


Kamu adalah garam dunia. Jika garam itu menjadi tawar, dengan apakah ia diasinkan? Tidak ada lagi gunanya selain dibuang dan diinjak orang.Kamu adalah terang dunia. Kota yang terletak di atas gunung tidak mungkin tersembunyi. Lagipula orang tidak menyalakan pelita lalu meletakkannya di bawah gantang, melainkan di atas kaki dian sehingga menerangi semua orang di dalam rumah itu. Demikianlah hendaknya terangmu bercahaya di depan orang, supaya mereka melihat perbuatanmu yang baik dan memuliakan Bapamu yang di sorga.”



Renungan

”Kamu adalah garam dunia.” Yesus menekankan cita rasa khas dan distingtif bagi kehidupan kita sebagai pengikut-pengikut-Nya. Kita pun, yang hidup berpusat pada Injil, harus menghidangkan suatu cita rasa iman yang khas dan distingtif kepada masyarakat luas. Kita, yang bersemangatkan delapan sabda bahagia, seyogianya meresapi dunia, membaruinya, dan membersihkan kekotoran sosial dan moral yang melanda masyarakat.


Sebagaimana pengaruh garam sungguh terasa bilamana menyatu dengan makanan, demikian juga kita, para pengikut-Nya, hanya dapat menjadi efektif bilamana kita sungguh menjadi bagian integral masyarakat dan memberikan sumbangan yang berbeda. Iman kita sungguh diharapkan memberikan dampak positif di tengah masyarakat yang plural melalui inklusivitas, pergaulan yang terbuka dan karya nyata.

Atas cara yang sama kita dipanggil untuk menjadi terang dunia: ”Kamu adalah terang dunia,” sebagaimana Yesus sendiri: ”Akulah terang dunia.” Pesan Injil harus menerangi seluruh kata dan perbuatan kita.
Dengan demikian, Yesus menekankan bahwa sebagai pengikut-Nya kita harus berani tampil menjadi tanda kesaksian yang kelihatan (visible) dan terpercaya (credible) kepada dunia dan masyarakat sekitar. Cara hidup kita tidak boleh menjadi tawar agar tidak diinjak dan dibuang orang. Perbuatan baik dan perilaku kita harus bercahaya di hadapan orang banyak. Untuk itulah kita memberi diri dibaptis dan menjadi pengikut-Nya.

Doa: Tuhan Yesus Kristus, kuatkanlah aku agar senantiasa berani menjadi garam dan terang-Mu di tengah tantangan hidup setiap hari. Amin.

sumber:Ziarah Batin 2011

Tidak ada komentar:

Posting Komentar