Jumat, 18 Februari 2011

Sabtu, 19 Februari 2011 (ZIARAH BATIN 2011)-Bacaan Injil : Mrk. 9:2–13

Sabtu, 19 Februari 2011
Pekan Biasa VI (H)
St. Marselus;St. Konradus dr Lombardia
Bacaan I: Kej. 11:1–7
Mazmur : 145:2–3,4–5,10–11; R: 1b
Bacaan Injil : Mrk. 9:2–13

Enam hari kemudian Yesus membawa Petrus, Yakobus dan Yohanes dan ber­sama-sama dengan mereka Ia naik ke sebuah gunung yang tinggi. Di situ mereka sendirian saja. Lalu Yesus berubah rupa di depan mata mereka, dan pakaian-Nya sangat putih berkilat-kilat. Tidak ada seorang pun di dunia ini yang dapat mengelantang pakaian seperti itu. Maka nampaklah kepada mereka Elia bersama dengan Musa, keduanya sedang berbicara dengan Yesus. Kata Petrus kepada Yesus: ”Rabi, betapa bahagianya kami berada di tempat ini. Baiklah kami dirikan tiga kemah, satu untuk Engkau, satu untuk Musa dan satu untuk Elia.” Ia berkata demikian, sebab tidak tahu apa yang harus dikatakannya, karena mereka sangat ketakutan. Maka datanglah awan menaungi mereka dan dari dalam awan itu terdengar suara: ”Inilah Anak yang Kukasihi, dengarkanlah Dia.” Dan sekonyong-konyong waktu mereka memandang sekeliling mereka, mereka tidak melihat seorang pun lagi bersama mereka, kecuali Yesus seorang diri.Pada waktu mereka turun dari gunung itu, Yesus berpesan kepada mereka, supaya mereka jangan menceriterakan kepada seorang pun apa yang telah mereka lihat itu, sebelum Anak Manusia bangkit dari antara orang mati. Mereka memegang pesan tadi sambil mempersoalkan di antara mereka apa yang dimaksud dengan ”bangkit dari antara orang mati.” Lalu mereka bertanya kepada-Nya: ”Mengapa ahli-ahli Taurat berkata, bahwa Elia harus datang dahulu?” Jawab Yesus: ”Memang Elia akan datang dahulu dan memulihkan segala sesuatu. Hanya, bagaimanakah dengan yang ada tertulis mengenai Anak Manusia, bahwa Ia akan banyak menderita dan akan dihinakan? Tetapi Aku berkata kepadamu: Memang Elia sudah datang dan orang memperlakukan dia menurut kehendak mereka, sesuai dengan yang ada tertulis tentang dia.”



Renungan

Salah satu warisan berharga Gereja sepanjang segala abad adalah kemartiran. Bagi mereka, kematian manusiawi tidak menakutkan karena keyakinan akan Kristus yang mereka imani. Kesaksian iman para pengikut Kristus diwujudkan, bukan dengan tinggal dan membangun kemah di atas gunung, tetapi di tengah dunia nyata.

Ketika para murid merasa terpesona dengan kemuliaan di atas Gunung Tabor, Yesus mengajak mereka untuk turun gunung ke dunia nyata, di mana terjadi relasi serta interaksi dengan sesama serta di mana pekerjaan dan setiap aktivitas dijalankan. Di sinilah iman kita diharapkan bercahaya menjadi kemuliaan bagi Allah.

Doa: Tuhan Yesus Kristus, kuatkanlah imanku di tengah berbagai cobaan dan tantangan hidup agar aku berkenan menjadi saksi cinta kasih-Mu. Amin.

sumber:Ziarah Batin 2011

Tidak ada komentar:

Posting Komentar