Senin, 07 Maret 2011

Selasa, 8 Maret 2011(Ziarah Batin 2011)-Bacaan Injil : Mrk. 12:13–17

Selasa, 8 Maret 2011
Pekan Biasa IX (H)
St. Yohanes de Deo; St. Yulianus dr Toledo;
St. Filemon dan Apolonios; St. Petrus Obazin

Bacaan I: Tob. 2:9–14
Mazmur : 112:1–2,7bc–8,9; R: 7c
Bacaan Injil : Mrk. 12:13–17


Kemudian disuruh beberapa orang Farisi dan Herodian kepada Yesus untuk menjerat Dia dengan suatu pertanyaan.Orang-orang itu datang dan berkata kepada-Nya: ”Guru, kami tahu, Engkau adalah seorang yang jujur, dan Engkau tidak takut kepada siapa pun juga, sebab Engkau tidak mencari muka, melainkan dengan jujur mengajar jalan Allah dengan segala kejujuran. Apakah diperbolehkan membayar pajak kepada Kaisar atau tidak? Haruskah kami bayar atau tidak?” Tetapi Yesus mengetahui kemunafikan mereka, lalu berkata kepada mereka: ”Mengapa kamu mencobai Aku? Bawalah ke mari suatu dinar supaya Kulihat!” Lalu mereka bawa. Maka Ia bertanya kepada mereka: ”Gambar dan tulisan siapakah ini?” Jawab mereka: ”Gambar dan tulisan Kaisar.” Lalu kata Yesus kepada mereka: ”Berikanlah kepada Kaisar apa yang wajib kamu berikan kepada Kaisar dan kepada Allah apa yang wajib kamu berikan kepada Allah!” Mereka sangat heran mendengar Dia.

Renungan

Sistem perpajakan rupanya sudah lama ada. Caranya mungkin bisa berbeda-beda, tetapi prinsipnya sama: orang yang tinggal dalam suatu masyarakat, mempunyai kewajiban untuk ikut ambil bagian dalam masyarakat tersebut. Kaisar adalah penguasa wilayah. Pajak dikumpulkan dari rakyat atas namanya. Di Palestina pada masa itu, kaisar adalah simbol orang asing yang menguasai negara dengan cara paksa, cara kekerasan. Bisa dimengerti bahwa bagi orang Yahudi yang terjajah, membayar pajak kepada kaisar merupakan suatu penghinaan. Di lain pihak, melawan kaisar adalah tindakan yang mempunyai risiko besar. Pertanyaan soal membayar pajak adalah jebakan yang licik. Namun, Yesus dengan cepat mengetahui jebakan tersebut. Jawaban Yesus yang jitu membuat bungkam si penanya.

Bila kita bicara soal pajak, yang kita bayangkan pertama-tama adalah uang. Padahal, ada kontribusi lain yang tidak selalu berbentuk uang. Rasa tanggung jawab, rasa ikut memiliki dan memelihara adalah sesuatu yang lebih penting ketimbang sekadar membayar sejumlah uang. Yesus mengajarkan kepada kita bahwa kewajiban yang sama tidak hanya berlaku bagi negara, tetapi juga bagi Allah, dengan sebuah prinsip: memberi kepada orang yang menjadi haknya!

Doa: Tuhan, doronglah aku untuk senantiasa berlaku adil melaksanakan kewajibanku terhadap masyarakat dan terlebih lagi kepada-Mu. Amin.

sumber:Ziarah Batin 2011

Tidak ada komentar:

Posting Komentar