Kamis, 30 Juni 2011

Jumat, 1 Juli 2011,HARI RAYA HATI YESUS YANG MAHAKUDUS (Ziarah Batin 2011)-Bacaan Injil : Mat. 11:25–30

Jumat, 1 Juli 2011
HARI RAYA HATI YESUS YANG MAHAKUDUS (P)
Harun, Imam Agung; St. Oliver Plunkett; St. Teodorikus
Bacaan I: Ul. 7:6–11
Mazmur : 103:1–2,3-4,6–7,8,10; R: 17
Bacaan I : Yoh. 4:7–16
Bacaan Injil : Mat. 11:25–30

Pada waktu itu berkatalah Yesus, ”Aku ber­syukur kepada-Mu, Bapa, Tuhan langit dan bumi, karena semuanya itu Engkau sembunyikan bagi orang bijak dan orang pandai, tetapi Engkau nyatakan kepada orang kecil. Ya Bapa, itulah yang berkenan kepada-Mu. Semua telah diserahkan kepada-Ku oleh Bapa-Ku dan tidak seorang pun mengenal Anak selain Bapa, dan tidak seorang pun mengenal Bapa selain Anak dan orang yang kepadanya Anak itu ber­kenan menyatakannya. Marilah kepada-Ku, semua yang letih lesu dan berbeban berat, Aku akan memberi kelegaan kepadamu. Pikullah kuk yang Kupasang dan belajarlah pada-Ku, karena Aku lemah lembut dan rendah hati dan jiwamu akan mendapat ketenangan. Sebab kuk yang Kupasang itu enak dan beban-Ku pun ringan.”


Renungan

Hari ini pertama-tama Yesus mengajak orang bersyukur atas karya Allah yang agung. Betapa banyak karya agung Allah dalam hidup manusia, tetapi kita sering menganggapnya sebagai hal yang biasa-biasa saja. Akan tetapi, ketika terjadi bencana, kecelakaan dan sejenisnya, kita malah bertanya di mana kebaikan Allah. Doa syukur Yesus dalam bacaan Injil hari ini merupakan sebuah ajakan dan sekaligus pengajaran agar kita mempunyai hati yang selalu bersyukur kepada Allah.

Kedua, Yesus mengundang kita untuk belajar kepada-Nya bagaimana mengasihi orang lain. Kasih yang diajarkan Yesus adalah kasih yang memberi kelegaan bagi yang tertekan dan meringankan beban orang lain. Dengan kata lain, kasih yang diajarkan Yesus itu adalah kasih yang menyelamatkan. Oleh karena itu, bila kita ingin mengasihi orang lain, syarat yang tidak boleh dilupakan adalah kelemah-lembutan dan kerendahan hati. Orang yang mempunyai kelemah-lembutan dan kerendahan hati akan mampu memberikan kasih yang meringankan beban dan memberikan kelegaan itu tanpa ada pamrih apa pun. Kasih ini hanya bisa kita lakukan bila kita dihidupi oleh ”denyut nadi” Allah (lih. 1Yoh. 4:15–16).
Cinta yang murni itu berpola pada kasih Yesus Kristus. Iman kepada Kristus menjadi jaminan karya kasih. Di dalam Dialah, kita menjawab kasih Allah dan menawarkan kasih yang Ilahi kepada sesama (1Yoh. 4:13–14).


Doa: Ya Allah, jadikanlah hatiku seperti Hati Kudus Yesus Putra-Mu agar aku selalu memenuhi hidupku dengan penuh cinta kasih dan syukur. Amin.

sumber:Ziarah Batin 2011

Tidak ada komentar:

Posting Komentar