Sabtu, 18 Juni 2011

Minggu, 19 Juni 2011(Ziarah Batin 2011)-Bacaan Injil : Yoh. 3:16–18

Minggu, 19 Juni 2011
HARI RAYA TRITUNGGAL MAHAKUDUS (P) St. Gervasius dan Protasius; St. Romualdus; Sta. Yuliana Falconieri
Bacaan I: Kel. 34:4b–6,8–9
Mazmur : Dan. 3:52,53,54,55,56; R: 52b
Bacaan I : 2Kor. 13:11–13
Bacaan Injil : Yoh. 3:16–18


Karena begitu besar kasih Allah akan dunia ini, sehingga Ia telah menga­runiakan Anak-Nya yang tunggal, su­paya setiap orang yang percaya kepada-Nya tidak binasa, melainkan beroleh hidup yang kekal. Sebab Allah mengutus Anak-Nya ke da­lam dunia bukan untuk menghakimi dunia, melainkan untuk menyelamatkannya oleh Dia. Barang siapa percaya kepada-Nya, ia tidak akan dihukum; barang siapa tidak percaya, ia telah berada di bawah hukuman, sebab ia tidak percaya dalam nama Anak Tunggal Allah.


Renungan

Membuka atau mengakhiri suratnya, Paulus menuliskan rumusan salam seperti ini, ”Kasih karunia Tuhan Yesus Kristus, dan kasih Allah, dan persekutuan Roh Kudus menyertai kamu sekalian”. Salam itu mengungkapkan secara sederhana misteri Allah Tritunggal, bukan sebagai rumusan matematis, melainkan sebagai sejarah cinta Allah kepada manusia. Allah Bapa menciptakan seluruh bumi dan isinya, termasuk manusia, yang secara istimewa diciptakan menurut citra-Nya.

Ternyata citra manusia itu dirusak oleh dosa manusia pertama, Adam dan Hawa—saat mereka menaruh harapan pada bujukan ular (kuasa setan)—untuk melawan titah Allah. Rusaknya citra itu membuat manusia lalu jatuh bangun dalam dosa dan berada di bawah cengkeraman maut. Namun, kasih Allah tidak pernah luntur. ”Karena begitu besar kasih Allah akan dunia ini, sehingga Ia telah mengaruniakan Anak-Nya yang tunggal, supaya setiap orang yang percaya kepada-Nya tidak binasa, melainkan beroleh hidup yang kekal.” Allah menyerahkan Putra-Nya sendiri untuk tinggal bersama manusia agar citra manusia sebagai anak-anak Allah diperbarui melalui wafat dan kebangkitan-Nya. Dan belum sampai di situ saja, setelah Yesus naik ke surga, Allah masih mengutus Roh Kudus untuk menyertai kita selamanya.

Lihatlah, betapa besar kasih Allah akan manusia sehingga seluruh diri-Nya—sebagai Bapa yang mencipta, Putra yang menebus, dan Roh yang menguduskan—terlibat secara total mengurus dunia ini. Apa balasan kita akan kasih Allah Tritunggal ini?

Doa: Allah Tritunggal Mahakudus, menyadari cinta-Mu yang luar biasa untukku, mampukan aku untuk menjadi anak-anak Allah yang setia kepada-Mu dalam suka dan duka. Amin.

sumber:Ziarah Batin 2011

Tidak ada komentar:

Posting Komentar