Senin, 18 Juli 2011

Selasa, 19 Juni 2011 (Ziarah Batin 2011)-Bacaan Injil : Mat. 12:46–50

Selasa, 19 Juni 2011
Pekan Biasa XVI (H)
St. Arsenius Agung; Sta. Aurea
Bacaan I: Kel. 14:21–15:1
Mazmur : Kel. 15:8–9,10,12,17; R: 1
Bacaan Injil : Mat. 12:46–50


Ketika Yesus masih berbicara dengan orang banyak itu, ibu-Nya dan saudara-sau­dara-Nya berdiri di luar dan ber­usaha menemui Dia. Maka seorang berkata kepada-Nya: ”Lihatlah, ibu-Mu dan saudara-saudara-Mu ada di luar dan berusaha menemui Engkau.” Tetapi jawab Yesus kepada orang yang menyampaikan berita itu kepada-Nya: ”Siapa ibu-Ku? Dan siapa saudara-saudara-Ku?” Lalu kata-Nya, sambil menunjuk ke arah murid-murid-Nya: ”Ini ibu-Ku dan saudara-saudara-Ku! Sebab siapa pun yang melakukan kehendak Bapa-Ku di sorga, dialah saudara-Ku laki-laki, dialah saudara-Ku perempuan, dialah ibu-Ku.”


Renungan

Orang mudah menyanjung keluarga atau kerabat orang besar yang terkenal dan berkuasa, kemungkinan agar dapat masuk dalam lingkungannya sehingga memperoleh sesuatu yang menguntungkan dan menyenangkan. Dengan kata lain, orang ingin menjadi orang terdekat dengan tokoh yang populer atau berkuasa melalui ”pintu belakang”. Yesus tidak menunjuk kemungkinan itu dengan memanfaatkan hubungan darah, tetapi berdasarkan kehendak Bapa.

Orang mengira bahwa Yesus akan mengistimewakan ibu dan saudara-saudara-Nya. Akan tetapi, Yesus malah berkata, ”Siapakah ibu-Ku? Dan siapakah saudara-saudara-Ku?” Jawaban yang disampaikan Yesus itu bukan untuk menolak sang ibu yang telah mengandung dan melahirkan-Nya, tetapi mendudukkan perkara pada dasar yang paling hakiki dan paling dalam. Keistimewaan Maria adalah karena ia melaksanakan kehendak Allah. Ia mengandung dan melahirkan Yesus karena Allah menghendakinya. Jadi, Maria menjadi orang yang sangat diistimewakan bukan karena hubungan darah dengan Yesus, tetapi karena mentaati kehendak Allah. Sabda ini kemudian diumumkan bagi setiap orang bahwa ”siapa pun yang melakukan kehendak Bapa-Ku di sorga, dialah saudara-Ku laki-laki, dialah saudara-Ku perempuan, dialah ibu-Ku”.

Jika kita ingin memperoleh keistimewaan dari Tuhan, syarat utamanya adalah melaksanakan kehendak-Nya sebagaimana Maria telah melaksanakannya, bukan memanfaatkan status yang kita punya.

Doa:

Ya Tuhan, aku ingin menjadi saudara-saudari-Mu, tetapi sering kali aku ingin mendapatkannya dengan cara yang mudah. Sabda-Mu mengingatkan aku bahwa aku harus menjadi seperti Bunda Maria yang taat pada kehendak Bapa. Amin.

sumber:Ziarah Batin 2011

Tidak ada komentar:

Posting Komentar