Kamis, 13 Oktober 2011

Jumat, 14 Oktober 2011 (ziarah batin 2011)

Jumat, 14 Oktober 2011
Pekan Biasa XXVIII (H)
St. Yohanes Ogilvie; St. Kalistus I, Paus; B. Gundisalvus dr Lagos; B. Gonzalo dr Lagos
Bacaan I : Rm. 4:1–8
Mazmur : 32:1–2,5,11; R: 7
Bacaan Injil : Luk. 12:1–7

Sementara itu beribu-ribu orang banyak telah berkerumun, sehingga mereka berdesak-desakan. Lalu Yesus mulai mengajar, pertama-tama kepada murid-murid-Nya, kata-Nya: ”Waspadalah terhadap ragi, yaitu kemunafikan orang Farisi. Tidak ada sesuatu pun yang tertutup yang tidak akan dibuka dan tidak ada sesuatu pun yang tersembunyi yang tidak akan diketahui. Karena itu apa yang kamu katakan dalam gelap akan kedengaran dalam terang, dan apa yang kamu bisikkan ke telinga di dalam kamar akan diberitakan dari atas atap rumah. Aku berkata kepadamu, hai sahabat-sahabat-Ku, janganlah kamu takut terhadap mereka yang dapat membunuh tubuh dan kemudian tidak dapat berbuat apa-apa lagi. Aku akan menunjukkan kepada kamu siapakah yang harus kamu takuti. Takutilah Dia, yang setelah membunuh, mempunyai kuasa untuk melemparkan orang ke dalam neraka. Sesungguhnya Aku berkata kepadamu, takutilah Dia! Bukankah burung pipit dijual lima ekor dua duit? Sungguhpun demikian tidak seekor pun dari padanya yang dilupakan Allah, bahkan rambut kepalamu pun terhitung semuanya. Karena itu jangan takut, karena kamu lebih berharga daripada banyak burung pipit.”


Renungan

Kemunafikan berarti bahwa manusia tidak menampakkan apa dan siapa sebenarnya dirinya. Dia adalah seorang actor atau pemain drama. Demikianlah orang-orang Farisi di zaman Yesus, mereka menampakkan diri seolah-olah mereka itu sangat suci dan baik. Hati mereka penuh dengan kejahatan. Hidup mereka penuh dengan kebusukan.

Yesus mengajarkan kita agar tidak takut akan sesama manusia yang walaupun membunuh dan menghabiskan nyawa kita, tetapi tidak punya kuasa lagi untuk kehidupan selanjutnya. Sebaliknya, kita selayaknya takut akan Allah. Takut akan Allah dalam bahasa Kitab Suci adalah suatu sikap hormat, sembah, dan bakti bagi Dia yang menciptakan kita dengan cinta dan menopang kita dengan kerahiman-Nya. Inilah sikap yang dituntut oleh Allah (bdk. Im. 25:17). Hanya
Allah yang patut ditakuti, disembah, dan dihormati karena Dialah yang memiliki hidup yang kekal. Dia tidak akan melupakan apa yang Dia ciptakan dengan penuh kasih. Dia tidak menginginkan kita binasa karena kita adalah milik pusaka-Nya. Sekalipun kita kehilangan nyawa di tengah pergulatan dunia yang menentang kita karena nama-Nya, kita tidak akan binasa, tetapi memperoleh hidup yang kekal.

Doa
Ya Tuhan Pelindungku, biarlah aku hanya takut akan Dikau, Allah yang menjanjikanku kehidupan yang kekal. Amin.

sumber :ziarah batin 2011

Tidak ada komentar:

Posting Komentar