Selasa, 25 Oktober 2011

Rabu, 26 Oktober 2011 (ziarah batin 2011)

Rabu, 26 Oktober 2011
Pekan Biasa XXX (H)
St. Lucianus dan Marcianus
Bacaan I: Rm. 8:26–30
Mazmur : 13:4–5,6; R: 6a
Bacaan Injil : Luk. 13:22–30

Kemudian Yesus berjalan keliling dari kota ke kota dan dari desa ke desa sambil mengajar dan meneruskan perjalanan-Nya ke Yerusalem.
Dan ada seorang yang berkata kepada-Nya: ”Tuhan, sedikit sajakah orang yang diselamat­kan?” Jawab Yesus kepada orang-orang di situ: ”Berjuanglah untuk masuk me­lalui pintu yang sesak itu! Sebab Aku berkata kepadamu: Banyak orang akan berusaha untuk masuk, tetapi tidak akan dapat. Jika tuan rumah telah bangkit dan telah menutup pintu, kamu akan berdiri di luar dan mengetok-ngetok pintu sambil berkata: Tuan, bukakanlah kami pintu! dan Ia akan menjawab dan berkata kepadamu: Aku tidak tahu dari mana kamu datang. Maka kamu akan berkata: Kami telah makan dan minum di hadapan-Mu dan Engkau telah mengajar di jalan-jalan kota kami. Tetapi Ia akan berkata kepadamu: Aku tidak tahu dari mana kamu datang, enyahlah dari hadapan-Ku, hai kamu sekalian yang melakukan kejahatan! Di sanalah akan terdapat ratap dan kertak gigi, apabila kamu akan melihat Abraham dan Ishak dan Yakub dan semua nabi di dalam Kerajaan Allah, tetapi kamu sendiri dicampakkan ke luar. Dan orang akan datang dari Timur dan Barat dan dari Utara dan Selatan dan mereka akan duduk makan di dalam Kerajaan Allah. Dan sesungguhnya ada orang yang terakhir yang akan menjadi orang yang terdahulu dan ada orang yang terdahulu yang akan menjadi orang yang terakhir.”


Renungan

Siapakah yang akan masuk dalam Kerajaan Allah? Tujuan dan arah utama hidup kita adalah keselamatan, khususnya di akhirat kelak. Daud pun bermazmur, ”Siapakah yang boleh naik ke atas gunung TUHAN? Siapakah yang boleh berdiri di tempat-Nya yang kudus?… Orang yang bersih tangannya dan murni hatinya, yang tidak menyerahkan dirinya kepada penipuan, dan yang tidak bersumpah palsu” (Mzm. 24:3–4).

Yesus mengingatkan bahwa tidak semua umat pilihan Allah—anak-anak Abraham—secara otomatis akan diselamatkan. Berjuanglah untuk masuk melalui pintu yang sesak. Keselamatan butuh perjuangan. Dan, perjuangan itu memang tidak mudah karena pintu masuknya sempit. Pintu yang dimaksudkan Yesus adalah diri-Nya sendiri (bdk. Yoh. 10:9).
Yesus tahu bahwa para pendengar-Nya tidak percaya kepada-Nya sebagai Mesias, Utusan Allah. Yesus—lebih lanjut—mengejutkan mereka dengan mengatakan bahwa keselamatan itu bukanlah eksklusif milik umat pilihan Allah, tetapi anugerah Allah bagi semua makhluk, semua orang dari segala bangsa.

Doa: Ya Allah, ajarilah aku akan jalan-Mu dan berilah aku kekuatan untuk berjuang sampai penghabisan sehingga aku boleh menikmati kemuliaan-Mu yang Kaujanjikan kepadaku. Amin.

sumber:ziarah batin 2011

Tidak ada komentar:

Posting Komentar