Senin, 24 Oktober 2011

Selasa, 25 Oktober 2011 (ziarah batin 2011)

Selasa, 25 Oktober 2011
Pekan Biasa XXX (H)
St. Yohanes Ston; Sta. Margaretha;
St. Gaudensius; St. Krisantus dan Daria

Bacaan I: Rm. 8:18025
Mazmur : 126:1–2ab,2cd–3,4–5,6; R: 3a
Bacaan Injil : Luk. 13:18–21

Maka kata Yesus: ”Seumpama apakah hal Kerajaan Allah dan dengan apakah Aku akan mengumpamakannya? Ia seumpama biji sesawi, yang diambil dan ditaburkan orang di kebunnya; biji itu tumbuh dan menjadi pohon dan burung-burung di udara bersarang pada cabang-cabangnya.” Dan Ia berkata lagi: ”Dengan apakah Aku akan mengumpamakan Kerajaan Allah? Ia seumpama ragi yang diambil seorang perempuan dan diadukkan ke dalam tepung terigu tiga sukat sampai khamir seluruhnya.”


Renungan

Apa hubungannya Kerajaan Allah dengan biji sesawi dan ragi roti? Sesuatu yang sangat kecil dan mungkin tidak terlalu diperhatikan. Biji sesawi memang sangat kecil dibandingkan dengan biji-biji lainnya. Namun, ketika biji itu ditanam, ia akan berkembang menjadi pohon yang sangat besar. Demikian pula halnya dengan ragi yang tidak mempunyai arti kalau tetap sebagai ragi. Namun, ragi akan sangat berarti jika bisa membuat roti berkembang dan besar. Sesuatu yang kecil dan tidak diperhatikan, tetapi dalam daya dan kekuatannya, ia mampu mentransformasikan suatu kehidupan menjadi sesuatu yang besar.

Begitulah halnya dengan Kerajaan Allah, selalu berawal dari sesuatu yang sangat kecil dalam hati setiap manusia yang mendengarkan Sabda-Nya. Secara misterius, ia berkembang dan bertumbuh tanpa kita sadari. Bukan sesuatu yang besar dan spektakuler serta dilakukan sekali saja yang mampu mengubah hidup seseorang, melainkan sesuatu yang kecil, tetapi dilakukan secara kontinu, konsisten, ikhlas, dan setia. Banyak dari kita yang ingin melibatkan diri dalam kegiatan gerejani atau masyarakat kalau itu merupakan sesuatu proyek yang besar. Sebaliknya, pekerjaan kecil selalu kita bebankan kepada orang lain. Di hadapan Tuhan, bukan ”apa yang kita lakukan” yang penting, melainkan bagaimana kita melakukan itu dengan penuh keikhlasan dan tanggung jawab, itulah yang terpenting di mata Tuhan.

Doa: Ya Tuhan Allahku, bukalah mata hatiku akan kehadiran dan karya-Mu yang agung dalam setiap usahaku yang kecil, tetapi dilakukan dengan penuh kesetiaan. Amin.

sumber :ziarah batin 2011

Tidak ada komentar:

Posting Komentar